Rabu, 18 Maret 2026

Kopi KI OYO

Rp.35.000
gallery
Harga : Rp. 40.000 (belum termasuk ongkir) Stok : Tersedia Berat : 200gr Pemesanan : min 1 Kode Item : kioyo003

DESKRIPSI PRODUK:

Kopi KI OYO adalah kopi yang berasal dari biji kopi pilihan yang dipetik langsung dari kebun sendiri milik Bapak H. OYO di Desa Cileungsir Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Bapak H. OYO adalah salah seorang petani kopi yang cukup berhasil yang mana beliau juga adalah seorang pensiunan dari tenaga medis kesehatan dan orang biasa memanggilnya pak mantri Oyo.

Areal lahan kopi yang diusahakan sudah lebih dari 10 tahun dengan luas + 3 (tiga) hektar dan jenis kopi yang dibudidayakan adalah jenis kopi robusta yang penanamannya dengan sistem sambung dari asal pohon induk kopi pilihan dengan produksi antara 2 – 2,5 ton per tahun dalam bentuk kopi berasan.

Kopi Ki Oyo 100% ROBUSTA, tersedia dalam Ground Coffee dan Reasted Bean dengan Medium Roast, Medium Dark Roast, dan Dark Roast.

Detail

Selasa, 10 Maret 2026

Post-003

 Interior Kamar Kondominium Yogyakarta

Latar Belakang Konsep

Proyek interior kamar kondominium di Yogyakarta ini dirancang dengan pendekatan yang menggabungkan kenyamanan hunian modern dengan kekayaan estetika tradisional Jawa. Desain ini lahir dari kesadaran akan pentingnya menjaga identitas budaya lokal dalam konteks hunian kontemporer. Kamar dirancang tidak sekadar sebagai ruang istirahat, melainkan sebagai ruang bermuatan nilai yang merepresentasikan karakter khas Yogyakarta sebagai kota budaya.

Penggunaan elemen etnik tradisional menjadi strategi utama dalam menciptakan suasana yang hangat dan berkarakter. Desain ini menawarkan alternatif bagi penghuni yang menginginkan hunian dengan nuansa lokal tanpa mengorbankan fungsi dan kenyamanan ruang modern.

Tata Ruang dan Organisasi Fungsi

Interior Kamar Kondominium Yogyakarta

Penataan ruang didasarkan pada prinsip efisiensi dan fleksibilitas penggunaan. Ruang tidur menjadi elemen sentral yang didukung oleh berbagai zona fungsional yang terintegrasi. Pembagian zona mencakup area tidur utama, area kerja dengan meja dan kursi, area penyimpanan dengan lemari pakaian, serta area bersantai dengan sepasang kursi tradisional.

Elemen kepala tempat tidur (head bed) dirancang sebagai unit yang menyatu dengan dinding, menciptakan titik fokus visual yang kuat dalam ruang. Head bed ini tidak berdiri sendiri melainkan terintegrasi sebagai bagian dari arsitektur interior yang permanen. Transisi antara lantai keramik pada area basah dan lantai kayu pada area kering dirancang dengan detail finishing yang rapi, menciptakan batasan zona yang jelas namun tetap harmonis.

Bahasa Desain dan Karakter Visual

Interior Kamar Kondominium Yogyakarta

Karakter visual ruang sangat dipengaruhi oleh pemilihan material kayu sebagai elemen dominan. Penggunaan kayu jati dengan finishing natural memberikan kehangatan sekaligus kesan mewah pada ruang. Warna kayu yang cenderung oranye kecokelatan menciptakan atmosfer yang nyaman dan menenangkan, sesuai dengan fungsi ruang sebagai area privat.

Elemen dekoratif berbentuk ukiran motif batik kawung menjadi titik fokus visual yang kuat. Motif ini diaplikasikan pada panel-panel kayu di bagian kepala tempat tidur yang menyatu dengan dinding. Penggunaan motif batik tidak sekadar sebagai ornamen, tetapi juga sebagai representasi simbolis filosofi Jawa yang menekankan keseimbangan dan keharmonisan.

Palet warna ruang didominasi oleh kombinasi warna-warna natural: cokelat kayu, krem dari kain pelapis, dan putih pada dinding dan langit-langit. Kombinasi ini menciptakan suasana yang tenang namun tetap dinamis dengan kontras yang cukup kuat antara elemen gelap dan terang.

Sistem Perabot dan Furnitur

Perabot yang dipilih menunjukkan pendekatan desain yang konsisten dengan konsep etnik tradisional. Tempat tidur platform dengan kepala tempat tidur yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan dan panel dekoratif menjadi elemen utama. Desain ini memaksimalkan fungsi sambil mempertahankan estetika yang kohesif.

Interior Kamar Kondominium Yogyakarta

Furnitur kursi mengadopsi bentuk kursi malas gaya kolonial dengan kombinasi kayu solid dan anyaman rotan pada bagian sandaran. Bentuk kursi yang melengkung dengan sandaran tangan yang ergonomis menunjukkan perhatian terhadap kenyamanan pengguna. Meja kerja dan lemari pakaian dirancang dengan proporsi yang seimbang, tidak terlalu dominan namun tetap fungsional.

Interior Kamar Kondominium Yogyakarta

Sistem penyimpanan dirancang secara vertikal untuk memaksimalkan penggunaan ruang. Lemari pakaian dengan pintu masif kayu memberikan kesan solid dan kokoh, sekaligus menjaga privasi isi penyimpanan. Desain pintu masif ini konsisten dengan karakter tradisional yang mengutamakan material natural tanpa elemen transparan. Unit dapur kecil dengan kabinet atas dan bawah serta wastafel terintegrasi menambah fleksibilitas fungsi kamar sebagai unit hunian yang semi-mandiri.

Pencahayaan dan Kenyamanan Termal

Strategi pencahayaan mengombinasikan cahaya alami dari jendela dengan sistem pencahayaan buatan yang berlapis. Lampu kipas angin di langit-langit berfungsi ganda sebagai sumber cahaya sekaligus sistem sirkulasi udara. Desain plafon dengan detail list gypsum menciptakan area tersembunyi untuk lampu downlight yang memberikan pencahayaan ambient.

Jendela dengan gorden berlapis—tirai tipis dan gorden tebal—memungkinkan pengaturan intensitas cahaya dan privasi sesuai kebutuhan. Penggunaan AC split sebagai pendingin ruangan menunjukkan pertimbangan terhadap iklim tropis Yogyakarta yang memerlukan sistem pendinginan mekanis.

Penutup

Desain interior kamar kondominium ini berhasil menunjukkan bahwa identitas lokal dapat diintegrasikan dengan baik dalam konteks hunian modern. Penggunaan material berkualitas, detail finishing yang rapi, dan pemilihan elemen dekoratif yang bermakna menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga sarat nilai. Pendekatan desain ini menawarkan model yang relevan bagi pengembangan hunian vertikal di kota-kota beridentitas budaya kuat seperti Yogyakarta.



Kategori   : Interior Hunian
Lokasi      : Yogyakarta
Desainer : TriApoint Studio

Detail

Post-002

 Interior Ruang Direktur Pascasarjana

Pendahuluan

Interior ruang direktur untuk Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini dirancang sebagai ruang kerja yang menggabungkan fungsi administrasi, representasi institusi, dan layanan publik. Proyek ini merupakan contoh desain interior kantor pimpinan kampus yang mengedepankan profesionalitas sekaligus keterbukaan, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi pengelolaan pendidikan tinggi.

Konsep dan Pendekatan Desain

Pendekatan desain interior modern ini menggunakan prinsip keterbukaan dan transparansi visual yang tercermin dari penataan ruang tanpa sekat masif. Berbeda dengan desain ruang direktur konvensional yang tertutup, konsep open plan office ini dirancang sebagai bagian dari ekosistem kerja yang lebih luas dengan zona-zona fungsional yang saling terhubung. Hal ini mendukung aksesibilitas dan kemudahan komunikasi antara pimpinan dengan staf maupun pengunjung.

Pemilihan palet warna netral dengan dominasi krem, putih, dan aksen terracotta menciptakan atmosfer yang tenang namun tetap berwibawa. Skema warna interior kantor ini dipilih untuk memberikan kesan profesional sekaligus hangat. Penggunaan material kayu pada dinding dan furniture memberikan sentuhan natural yang ramah, sekaliggi memperkuat identitas desain interior Yogyakarta yang khas tanpa mengurangi karakter formal sebuah ruang pimpinan.

Organisasi Ruang dan Zonasi Fungsional

Tata ruang kantor direktur dibagi menjadi beberapa zona dengan fungsi yang jelas, mencerminkan best practice dalam desain interior perkantoran modern. Area penerimaan dilengkapi meja resepsionis dan kursi tunggu yang nyaman, berfungsi sebagai titik awal interaksi pengunjung dengan kantor direktur. Zona ini dirancang terbuka dengan pencahayaan yang baik untuk memberikan kesan ramah dan profesional.

Interior Ruang Direktur Pascasarjana

Area kerja direktur ditempatkan pada posisi yang strategis dengan pandangan langsung ke seluruh ruangan, memungkinkan pengawasan visual sekaligus privasi yang cukup. Meja kerja dengan desain modern dan bersih dilengkapi dengan backdrop dinding yang menampilkan ornamen khas, memperkuat identitas visual institusi.

Interior Ruang Direktur Pascasarjana

Ruang meeting dan diskusi difasilitasi dengan meja konferensi berkapasitas sedang, dilengkapi proyektor dan layar presentasi. Desain ruang rapat ini dapat digunakan untuk rapat internal, konsultasi dengan dosen, atau pertemuan dengan tamu. Posisinya yang semi-terbuka memungkinkan fleksibilitas penggunaan tanpa mengganggu aktivitas zona lain.

Interior Ruang Direktur Pascasarjana

Selain itu, terdapat ruang transit doktor atau ruang tunggu khusus yang lebih intim, didesain dengan furniture empuk dan pencahayaan alami melalui jendela tinggi. Ruang ini memberikan alternatif bagi para dosen yang membutuhkan suasana lebih privat atau nyaman untuk menunggu.

Elemen Desain dan Pemilihan Material

Sistem plafon modern menggunakan desain berlapis dengan kombinasi gypsum board dan void pencahayaan yang diberi lampu tersembunyi. Teknik ceiling design ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga membantu mengatur distribusi cahaya secara merata ke seluruh ruangan. Pencahayaan buatan dari downlight ditambah dengan cahaya alami dari jendela besar menciptakan suasana yang terang dan sehat, sesuai prinsip desain interior yang baik untuk produktivitas kerja.

Furniture kantor dipilih dengan gaya minimalis kontemporer dalam warna putih dan krem, memberikan kesan bersih dan rapi. Lemari display kaca digunakan untuk memajang piala, sertifikat, atau koleksi buku penting, menambah fungsi edukatif sekaligus dekoratif pada ruang kerja. Penggunaan tirai vertikal berwarna kuning lembut pada jendela berfungsi sebagai pengatur cahaya sekaligus elemen aksen yang menyegarkan suasana.

Lantai menggunakan keramik berwarna terang dengan kilap yang halus, memberikan kesan luas dan memudahkan perawatan. Pada beberapa area, karpet tipis digunakan untuk membatasi zona dan menambah kenyamanan akustik.

Nilai Fungsional dan Estetis

Desain interior ruang pimpinan ini berhasil menyeimbangkan antara kebutuhan fungsional dengan nilai estetis yang mencerminkan identitas akademis. Ruang direktur tidak hanya menjadi tempat kerja administratif, tetapi juga ruang representasi yang mampu menampung berbagai kegiatan mulai dari rapat formal hingga diskusi informal.

Keterbukaan visual dan spatial yang diterapkan mendukung budaya kerja kolaboratif dan transparan, sesuai dengan nilai-nilai institusi pendidikan modern. Sementara itu, detail ornamen dan pemilihan warna yang hangat tetap menjaga kehormatan dan kewibawaan yang dibutuhkan dalam ruang pimpinan.

Secara keseluruhan, proyek desain interior kantor direktur pascasarjana ini menunjukkan pemahaman yang baik terhadap kebutuhan institusi pendidikan tinggi yang dinamis, di mana fleksibilitas, keterbukaan, dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang efektif dan representatif.



Kategori   : Interior Lembaga Pendidikan
Lokasi      : Yogyakarta
Desainer : TriApoint Studio
Detail

Post-001

  Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Pendahuluan

Proyek interior kantor BPR BDE Wonosari merupakan upaya penciptaan ruang kerja yang mencerminkan identitas lembaga keuangan modern dengan tetap mempertahankan kehangatan layanan personal. Pendekatan desain mengintegrasikan efisiensi operasional dengan kenyamanan visual, menghadirkan lingkungan yang mendukung produktivitas karyawan sekaligus memberikan pengalaman positif bagi nasabah.

Konsep Desain dan Identitas Visual

Skema warna yang dipilih—magenta sebagai warna primer, orange sebagai aksen, dan putih sebagai latar netral—membentuk karakter visual yang khas dan mudah dikenali. Kombinasi ini tidak hanya memperkuat branding institusi, tetapi juga menciptakan atmosfer yang energik namun tetap profesional. Penggunaan magenta pada elemen-elemen strategis seperti branding strip dan aksen dinding memberikan kesan modern dan progresif, sementara orange menghadirkan kehangatan yang membuat ruang terasa lebih ramah dan accessible.

Konsistensi visual dijaga melalui penerapan grid pattern dan horizontal banding yang berulang di berbagai area, menciptakan ritme visual yang koheren di seluruh interior. Material finishing seperti panel HPL dengan tekstur kayu pada tone orange memberikan dimensi taktil yang memperkaya pengalaman spasial.

Organisasi Ruang dan Sirkulasi

Area Front Office

Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Lobby dan front office dirancang sebagai zona transisi yang mengatur alur pergerakan pengunjung dengan jelas. Ruang lobby menampilkan void ketinggian ganda dengan tangga feature yang menjadi focal point visual. Tangga dengan railing putih minimalis dan trap kayu orange tidak hanya berfungsi sebagai elemen sirkulasi vertikal, tetapi juga sebagai statement piece yang memperkuat hierarki spasial.

Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Meja resepsionis ditempatkan secara strategis dengan backdrop panel magenta dan orange yang menciptakan visual anchor kuat. Partisi kaca transparan memungkinkan visual connectivity antara area tunggu dan zona layanan, memberikan kesan keterbukaan tanpa mengorbankan fungsi akustik dan privasi.

Teller Desk dan Customer Service

Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Area teller mengadopsi sistem counter semi-terbuka dengan material kombinasi marmer merah dan panel putih. Penggunaan marmer pada counter memberikan kesan prestisius dan solid, sementara list profil putih horizontal menciptakan rhythm yang konsisten dengan bahasa desain keseluruhan. Layar televisi yang terintegrasi pada dinding berfungsi sebagai sarana informasi dan entertainment, meningkatkan kualitas waiting experience.

Area customer service dirancang dengan sistem workstation yang semi-private menggunakan partisi setengah tinggi berwarna orange dan magenta. Konfigurasi ini memungkinkan interaksi personal antara petugas dan nasabah sambil tetap mempertahankan openness yang mendukung supervisi dan sirkulasi udara. Kursi tunggu kuning di area ini menambah aksen warna yang membuat ruang lebih lively dan less intimidating bagi pengunjung.

CSO Counter

Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Counter Customer Service Officer (CSO) menampilkan desain curved dengan material wood finish orange dan backdrop magenta yang kokoh. Komposisi lengkung pada counter memberikan soft approach yang lebih welcoming, sekaligus memaksimalkan area kerja. Backdrop wall dengan logo BPR BDE Wonosari yang prominent diperkuat oleh pencahayaan downlight yang merata, menciptakan presence yang authoritative namun tetap approachable.

Meeting Room dan Ruang Formal

Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Ruang meeting dirancang untuk mengakomodasi berbagai skala pertemuan, dari diskusi kelompok kecil hingga sidang formal yang melibatkan banyak stakeholder. Backdrop feature wall dengan panel orange terstruktur dalam grid pattern dan dilengkapi dengan lambang negara serta proyektor screen menunjukkan fungsi ganda ruangan—sebagai meeting room sekaligus ruang sidang.

Konfigurasi furniture menggunakan meja persegi panjang kayu dengan kursi executive berwarna hitam, menciptakan suasana formal yang serius. Sementara itu, deretan kursi merah di sisi ruangan mengakomodasi peserta tambahan atau audiens dalam setting yang lebih ceremonial. Sistem pencahayaan yang mengombinasikan downlight recessed dan linear lamp memastikan distribusi cahaya yang merata, mendukung berbagai aktivitas dari presentasi hingga dokumentasi meeting.

Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Interior Kantor BPR BDE Wonosari

Bukaan jendela besar dengan frame putih memaksimalkan pencahayaan alami dan memberikan view keluar, mengurangi kesan enclosed yang sering muncul di ruang meeting. Desain ceiling dengan kombinasi plafon gypsum putih dan panel acoustic membantu kontrol akustik, penting untuk clarity komunikasi dalam pertemuan formal.

Strategi Material dan Finishing

Pemilihan material mengutamakan durabilitas dan kemudahan maintenance, sesuai dengan karakter high-traffic space lembaga perbankan. HPL (High Pressure Laminate) dengan tekstur wood grain untuk panel orange memberikan estetika material natural dengan performa material sintesis. Lantai keramik putih glossy dipilih untuk memaksimalkan refleksi cahaya dan memberikan kesan bersih, sementara baseplate hitam di sekeliling ruangan menciptakan framing visual yang tegas.

Panel partisi kaca menggunakan sistem frameless dengan minimal hardware untuk menjaga clean lines dan transparansi visual. Aksen trim list putih dan magenta diaplikasikan secara konsisten untuk menciptakan visual continuity dan memperkuat brand identity di setiap sudut ruangan.

Pencahayaan dan Atmosfer

Strategi pencahayaan mengombinasikan ambient lighting, task lighting, dan accent lighting untuk menciptakan atmosfer yang fleksibel dan fungsional. Downlight LED dengan distribusi merata memberikan illumination dasar, sementara concealed lighting di balik panel horizontal menciptakan efek floating yang membuat ruang terasa lebih luas dan modern. Pada area teller dan CSO counter, pencahayaan task lighting lebih intensif untuk mendukung aktivitas transaksional yang membutuhkan visual clarity tinggi.

Kesimpulan

Desain interior BPR BDE Wonosari berhasil mewujudkan keseimbangan antara profesionalisme institusi keuangan dan kehangatan layanan personal. Melalui skema warna yang khas, organisasi ruang yang efisien, dan pemilihan material yang tepat, interior ini tidak hanya mendukung operasional perbankan yang efektif, tetapi juga menciptakan pengalaman spasial yang positif dan memorable bagi seluruh penggunanya. Konsistensi visual dan attention to detail dalam setiap elemen desain menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan identitas brand yang kuat.


Kategori   : Interior-Eksterior Komersial
Lokasi      : Wonosari Gunungkidul
Desainer : TriApoint Studio

Detail